navigation
Program Unggulan

    

Siswa kelas VII sehari belajar di Lembaga / Industri / Pabrik dan sehari kemudian Outbound Edukatif. Kegiatan dilakukan pada awal bulan Oktober setelah PTS.

    

Siswa kelas VIII belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri. Kegiatan ini kolaboratif dengan Wisata di Malang sekitarnya selama seminggu setelah PAS I.

Kelas IX mengikuti Retret sebagai kegiatan spiritual untuk persiapan memasuki tingkat Pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan dilakukan pada akhir semester I

Festival Seni dan Tari Kreasi Nusantara serta Spelling Bee & Story Telling, diadakan setiap bulan Oktober sebagai wadah bagi seluruh siswa mengekspresikan kecintaannya pada kebudayaan nusantara. Pada kegiatan ini siswa menyelenggarakan Pameran Karya Siswa, mengikuti berbagai lomba seni budaya dan Bahasa Inggris. Untuk Bahasa Inggris, sekolah bekerja sama dengan salah satu Lembaga Bahasa yang professional.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dalam pengelolaan kegiatan yang diselenggarakan dengan mengundang sekolah-sekolah di Kota Tangerang untuk pertandingan Olah Raga. Kegiatan dilakukan pada momen ulang tahun sekolah setiap bulan Oktober. Pada puncak acara diadakan open house yang juga diisi dengan berbagai hiburan.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengaplikasikan pengetahuan kepramukaan selama setahun. Dilaksanakan pada akhir semester II di Bumi Perkemahan  luar sekolah.

Ambil bagian dalam perayaan Misa di Gereja-gereja sekitar Kota Tangerang

Kegiatan yang dilaksanakan untuk membangun kepekaan sosial dalam diri seluruh warga sekolah.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dilakukan sekali setahun setelah diadakan pergantian pengurus OSIS

 

Teruntuk Adik-adik di SMP Santa Patricia : Buat Apa Sih Belajar?

Lasguido Nio

Peneliti Aritifical Intelligence

http://sigmo.id/


 

    Dalam masa pandemi seperti ini kita semua pasti merasakan sulitnya untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Tidak bisa jalan-jalan, bermain, bahkan berolah-raga pun menjadi sulit. Terlebih lagi menjalankan aktivitas akademik, belajar-mengajar. Teman-teman dapat membayangkan, pasti rasanya suntuk dan membosankan di sekolah. Ditambah lagi jaman sekarang, dengan adanya pandemik virus corona, kita semua terpaksa untuk melakukan hal yang membosankan tersebut di rumah. Di tempat yang seharusnya kita bisa bersantai dan menikmati waktu kita.

    Namun, kalo kita pikir lebih dalam lagi, apakah yang ingin kita kejar dalam kehidupan kita ini? Apakah kita akan tetap muda? Tentu tubuh kita terus bertumbuh, menjadi wanita atau pria yang matang, yang kelak berkontribusi ke masyarakat. Tapi apa yang ingin kita lakukan jika waktu itu sudah tiba? Apa yang kita cita-citakan? Apa yang kita kejar dalam hidup kita 10 tahun mendatang?

    Tentu sulit untuk mebayangkan hal-hal tersebut. Ketika saya SD-SMP dulu, saya juga tidak memiliki gambaran apa yang akan saya lakukan kelak. Tapi saya memiliki pegangan bahwa setiap pelajaran yang saya pelajari disekolah pasti tidak akan terbuang sia-sia dan akan berguna kelak. Hal tersebut yang memacu saya untuk belajar sebaik mungkin yang saya bisa. 

Belajar itu bukan mengejar nilai bagus, nilai itu hanyalah bonus yang bisa kita peroleh. Hal yang terutama yang kita peroleh dan harus kita kejar adalah, bagaimana kita bisa mengerti dan menggunakan ilmu yang kita peroleh di sekolah. Bukan sekedar menghafal sebelum ujian dan menghindari nilai merah. 

Tunggu dulu, itu terdengar absurd! Namun coba lihat hal ini: sulit rasanya membayangkan bagaimana kita memakai matematika kalkulus, turunan dan integral dalam kehidupan kita sehari-hari. Sulit membayangkan hal-hal teoritis tersebut di ranah praktikal. Sebenarnya bukan tidak ada aplikasinya, tapi kita hanya belum melihat bagaimana hal tersebut bisa diterapkan. Seiring kita bertumbuh dan melihat dunia yang lebih luas lagi, kita akan semakin mengerti bagaimana mengaplikasikan ilmu yang dulu kita anggap tidak berguna (Sebenarnya kalkulus itu merupakan prinsip fundamental ketika kita ingin membuat artificial-intelligence di komputer loh.).

Jika kita memiliki mental bahwa tidak ada pembelajaran yang sia-sia, di masa depan kita akan menghindari penyesalan-penyesalan yang tidak perlu. Saya selalu berpikir, bahwa hidup kita seperti ketapel, yang semakin ditarik akan meluncur semakin kencang dan jauh. Ketika ditarik, karet ketapel akan mengalami tekanan, seperti kita yang menghadapi tekanan kegagalan atau terpaksa melakukan hal yang kita tidak sukai. Tetapi jika kita tetap sabar dan tekun, kita akan menikmati hasilnya kelak.

Belajar online memang sulit, tapi pernahkah kita membayangkan sulitnya juga guru-guru kita yang mempersiapkan materi-materi online tersebut? Bukan hanya kita saja yang menghadapi kesulitan ini, tapi juga guru, bahkan orang tua kita dalam pekerjaan mereka. Yang dapat kita lakukan sekarang adalah berusaha untuk tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian kita tidak sendiri, tetapi sama-sama berjuang mempertahankan kehidupan kita senormal mungkin. Semoga kita semua dapat melewati pandemik ini tanpa kekurangan apapun!